Tembus Sentra Kerajinan Songkok To Bone, Mahasiswa PGSD UNCP Asah Jiwa Edupreneur Lewat Outdoor Learning Class

ANTARAYA MEDIA, BONE — Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) menggelar kegiatan Outdoor Learning Class di sentra usaha Songkok To Bone H. Sudirman, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (31/10/2026). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk akselerasi pembelajaran berbasis praktik pada mata kuliah Pengembangan Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Kunjungan lapangan tersebut dirancang khusus untuk memberikan pengalaman belajar nyata kepada mahasiswa dalam mendalami proses pengembangan usaha, inovasi produk, serta strategi kewirausahaan yang mengangkat potensi kebudayaan lokal Sulawesi Selatan.

Bacaan Lainnya

Kegiatan akademik ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Program Studi PGSD, Iin Dwi Aristy Putri, S.K.M., M.Kes. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa metode pembelajaran kontekstual seperti kunjungan usaha merupakan instrumen penting untuk memperluas cakrawala pemikiran mahasiswa.

Melalui agenda ini, mahasiswa diproyeksikan tidak sekadar memahami konsep kreativitas di atas kertas, tetapi juga cekatan dalam memetakan peluang bisnis, melahirkan gagasan inovatif, serta membentuk karakter mandiri yang berjiwa edupreneur demi menjawab tantangan dunia kerja modern.

Senada dengan hal itu, dosen pengampu mata kuliah PKM, Sulaiman, S.Sn., M.Sn., menggarisbawahi bahwa daya cipta serta kreativitas harus ditumbuhkan melalui eksplorasi langsung dan praktik di lapangan. Kunjungan ini menjadi wahana observasi bagi mahasiswa untuk membedah bagaimana sebuah usaha lokal dibangun, dikelola, dan dikembangkan melalui sentuhan nilai tambah ekonomi.

Guna memperkaya wawasan peserta, kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri lintas disiplin, yakni pemilik usaha H. Sudirman, Andi Pebri Eka Lestari, S.Tr. Keb., serta A Dwita Meiyana Saputri, S.Kep. Ketiganya membagikan pengalaman praktis mengenai manajemen usaha, kreativitas produk, hingga pentingnya membangun pola pikir produktif dan keberanian dalam menciptakan ruang usaha baru.

Lewat pendekatan experiential learning dan interaksi langsung, para mahasiswa memperoleh pemahaman utuh yang menjembatani teori akademik dengan realitas dunia industri kreatif. Pola pembelajaran inovatif ini diharapkan mampu membentuk lulusan PGSD UNCP yang kritis, kolaboratif, adaptif, serta siap berkontribusi nyata bagi kebutuhan masyarakat luas. (*)

Pos terkait