Aktivitas Gunung Anak Krakatau Turun ke Level II Waspada, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

ANTARAYA MEDIA — Tingkat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda resmi diturunkan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) mulai Senin (21/9/2026) malam.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, Aswarodi, mengonfirmasi bahwa penurunan status didasarkan pada hasil evaluasi komprehensif terhadap indikator visual, kegempaan, dan deformasi tubuh gunung.

“Data deformasi menunjukkan terjadinya deflasi, yang menandakan adanya penurunan tekanan magma di dalam tubuh gunung api. Meski trennya melemah, kami tegaskan status Waspada bukan berarti bebas risiko,” ujar Aswarodi di Command Center BPBD Lampung, Selasa (22/9/2026).

Penurunan status ini memungkinkan aktivitas masyarakat, perekonomian, pendidikan, dan perkantoran di kawasan pesisir Lampung dan Banten kembali berjalan normal. Meski demikian, zona aman mutlak tetap diberlakukan.

“Masyarakat, nelayan, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekati atau beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Kawasan tersebut mutlak harus steril dari aktivitas manusia guna mengantisipasi lontaran material pijar jika sewaktu-waktu terjadi letupan susulan,” tegas Aswarodi.

Aswarodi juga membantah narasi dan berita bohong di media sosial mengenai ancaman tsunami besar imbas aktivitas Anak Krakatau.

“Kami minta masyarakat di pesisir Lampung dan Banten tetap tenang. Jangan mudah percaya isu di media sosial soal potensi tsunami yang dilebih-lebihkan. Pegang rujukan resmi dari instansi yang berwenang seperti BPBD, BMKG, PVMBG, atau pantau langsung lewat aplikasi Magma Indonesia,” imbaunya.

BPBD Lampung bersama tim gabungan akan terus melanjutkan pemantauan penuh selama 24 jam untuk menjamin keamanan dan keselamatan di kawasan Selat Sunda. (*)

Pos terkait