ANTARAYA MEDIA, PALOPO – Kemitraan strategis antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah dasar kembali membuahkan dampak positif di Kota Palopo. SD Negeri 5 Salamae menjadi lokasi penerbitan inovasi pembelajaran melalui program Fun English Class yang diinisiasi oleh mahasiswa Semester II Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) pada Rabu (22/7/2026).
Kegiatan yang dirancang berbasis Outcome-Based Education (OBE) ini menghadirkan konsep belajar sambil bermain (experiential learning). Berbagai aktivitas interaktif seperti ice breaking, pengenalan vocabulary, kuis, hingga bernyanyi bersama terbukti efektif memacu keberanian dan antusiasme para murid SD dalam berinteraksi menggunakan Bahasa Inggris secara menyenangkan.
Pendekatan kreatif yang dibawa para calon pendidik muda tersebut mendapat sambutan hangat dan apresiasi dari pihak sekolah.
Pihak SD Negeri 5 Salamae menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Pihak sekolah dalam hal ini diwakili oleh ibu Rini, S.Pd., M.Pd.mengapresiasi inisiatif mahasiswa PGSD UNCP yang telah menghadirkan suasana belajar yang berbeda bagi para siswa.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Mereka terlihat lebih aktif, berani, dan antusias mengikuti setiap aktivitas. Kehadiran mahasiswa juga memberikan motivasi baru bagi siswa untuk belajar Bahasa Inggris melalui cara-cara yang kreatif dan tidak membosankan. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut karena memberikan manfaat bagi sekolah maupun mahasiswa sebagai calon pendidik,” ungkap Rini.
Dari kacamata akademis, integrasi teori dan praktik lapangan ini ditujukan untuk membentuk kesiapan calon guru SD sebelum terjun penuh ke dunia profesi.
Dosen pengampu mata kuliah Bahasa Inggris SD, Dr. Reski Pilu, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang autentik bagi mahasiswa sebagai calon guru sekolah dasar. Menurutnya, proses pembelajaran di perguruan tinggi harus mampu menghadirkan pengalaman nyata setelah mereka melakukan praktikmicroteching dikampus sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam situasi pembelajaran yang sesungguhnya.
“Fun English Class merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mendukung pencapaian Outcome-Based Education (OBE). Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar merancang pembelajaran, mengelola kelas, memilih strategi yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, serta membangun komunikasi yang efektif. Pengalaman seperti ini akan menjadi bekal yang sangat berharga ketika mereka nantinya menjalani praktik lapangan maupun memasuki dunia kerja sebagai guru sekolah dasar,” ujar Dr. Reski Pilu.
Manfaat ganda dari program ini dirasakan langsung oleh para mahasiswa yang terlibat. Pengalaman mengelola dinamika kelas secara nyata memberikan sudut pandang mendalam mengenai esensi menjadi seorang pendidik.
Kesan positif juga disampaikan oleh salah seorang mahasiswa peserta kegiatan, Andi Nini, yang mengaku memperoleh banyak pengalaman berharga selama berinteraksi langsung dengan siswa di kelas.
“Kegiatan ini memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan pembelajaran di kampus. Kami belajar bagaimana menghadapi karakter siswa yang beragam, menjaga perhatian mereka selama pembelajaran, serta menyesuaikan metode mengajar agar materi dapat dipahami dengan mudah. Dari kegiatan ini kami semakin menyadari bahwa menjadi guru bukan hanya tentang menyampaikan materi, tetapi juga tentang menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik,” tutur Andi Nini.
Melalui sinergi yang berkelanjutan ini, PGSD UNCP dan SD Negeri 5 Salamae berhasil membuktikan bahwa kolaborasi antara kampus dan sekolah dasar tidak hanya meningkatkan mutu kompetensi mahasiswa, tetapi juga memberi stimulus positif bagi tumbuh kembang keberanian murid dalam menguasai bahasa asing sejak dini. (*)






