Ketua DPRD Luwu Utara: Dukungan Moral dan Doa Masyarakat Kunci Perjuangan Provinsi Luwu Raya

ANTARAYA MEDIA, LUTRA – Perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya tidak hanya membutuhkan langkah politik dan administratif, tetapi juga kekuatan moral, spiritual, serta keterlibatan aktif masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Luwu Utara, Husain, saat menghadiri Dzikir dan Doa Bersama Milad ke-44 Badan Kontak Majelis Ta’lim (BKMT) Kabupaten Luwu Utara.

Bacaan Lainnya

Kegiatan religius yang berlangsung di Desa Baku-Baku, Kecamatan Malangke Barat, Minggu (11/01/2026), menjadi momentum refleksi bersama atas harapan panjang masyarakat Tana Luwu terhadap hadirnya provinsi baru yang lebih dekat dan berpihak pada kebutuhan rakyat.

Dalam sambutannya, Husain menekankan bahwa pembentukan Provinsi Luwu Raya merupakan perjuangan kolektif yang harus disertai dengan kesadaran sosial dan nilai kebersamaan, bukan semata-mata agenda elit politik.

“Ikhtiar ini harus dibangun dari bawah, dari doa, dari kesadaran masyarakat, dan dari keyakinan bahwa keadilan pembangunan adalah hak semua wilayah,” ujar Husain.

Ia mengulas bahwa secara historis dan kultural, wilayah Luwu Raya telah memiliki identitas kuat sebagai satu kesatuan sejak masa Kedatuan Luwu. Nilai-nilai kebersamaan, adat, dan sejarah panjang tersebut, menurutnya, menjadi fondasi utama yang memperkuat legitimasi perjuangan pembentukan provinsi baru.

Selain faktor sejarah, Husain juga menyoroti persoalan pelayanan publik dan pemerataan pembangunan. Jarak geografis yang jauh dari pusat pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan dinilai masih menjadi tantangan serius bagi masyarakat Luwu Raya dalam mengakses layanan dasar dan percepatan pembangunan.

“Provinsi baru bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk menghadirkan pemerintahan yang lebih responsif, efisien, dan berkeadilan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap Provinsi Luwu Raya kelak mampu membuka ruang besar bagi generasi muda, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis potensi lokal.

Sementara itu, Ketua BKMT Kabupaten Luwu Utara, Harifa DM, menegaskan bahwa peran majelis ta’lim tidak hanya terbatas pada pembinaan keagamaan, tetapi juga menjadi kekuatan sosial yang turut mendoakan dan mendukung cita-cita besar daerah.

“Doa dan ikhtiar yang tulus adalah kekuatan yang tidak boleh diremehkan. Kami percaya, jika niat ini baik untuk umat dan masyarakat, Allah SWT akan membuka jalannya,” ucap Harifa.

Milad ke-44 BKMT tersebut pun menjadi simbol bahwa perjuangan Provinsi Luwu Raya tidak hanya digaungkan di ruang-ruang politik, tetapi juga tumbuh dari kesadaran spiritual dan kebersamaan masyarakat. (**)

Pos terkait