ANTARAYA MEDIA, PALOPO – Kurang dari 10 hari lagi kita memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan. Adalah sesuatu yang lazim kita menjumpai pedagang pernik-pernik merah putih di pinggir jalan. Seperti halnya di Kota Palopo.
Pedagang musiman ini sudah menjamur di Kota Palopo tiga pekan menjelang 17 Agustus. Salah satu lokasi yang ramai ada di Jl Andi Djemma yang juga jalan protokol Trans Sulawesi.
Arjun, salah satu pedagang di lokasi tersebut mengatakan sudah lebih 10 hari berjualan. Sehari kata dia bisa dapat Rp 350 ribu.
“Alhamdulilah daya beli masyarakat cukup ramai, biasanya saya dapat Rp 300.000 hingga Rp 350.000 dalam sehari jualan,” kata Arjun kepada Radar Luwu Raya, Senin (7/8/2023).
Hanya saja ia mengakui terjadi penurunan omzet jika dibandingkan dengan tahun lalu. Sehari ia bisa dapat Rp 700 ribu. Alasannya karena makin banyak pedagang yang sama di area tersebut.
“Ya karena saat ini sudah banyak pedagang pernak pernik bendera merah putih di Palopo, yang tentunya banyak saingan. Dulu itu hanya dua orang yang berjualan pernak pernik di daerah sini, termasuk saya, dan disitulah saya pernah mendapatkan penghasilan sekitar Rp 700.000 dalam sehari berjualan,” ucap Arjun.
Selain pernak pernik yang ia jual, juga terdapat aksesoris bendera merah putih khusus untuk dipasang di kendaraan sepeda motor maupun mobil. “Ada juga bendera merah putih ukuran kecil khusus dipasang di mobil dan motor, harganya cuman Rp 10.000,” bebernya.
Sementara pernak pernik dan aksesoris 17-an yang ia jual didatangkan dari Kota Makassar, Sulsel. Ia berharap, agar jualannya dapat berjalan lancar dan seluruh jualan pernak perniknya laku terjual.
“Semoga saja jualan saya ini laku terjual semua, sehingga hasilnya dapat memenuhi kebutuhan hidup bersama keluarga saya,” harap Arjun. (cc)