Teknologi Virtual Reality Masuk Kelas, UNCP Ajak Siswa SDN 031 Sassa Lestarikan Bahasa Limola Lewat Cara Seru

ANTARAYA MEDIA, LUWU UTARA – Suasana ruang kelas di SD Negeri 031 Sassa, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, tampak berbeda dari biasanya pada Jumat (17/7/2026). Puluhan siswa tampak antusias dan hanyut dalam pengalaman belajar baru yang interaktif dan imersif saat mencoba perangkat Virtual Reality (VR) serta menyaksikan video animasi edukatif di hadapan mereka.

Kehadiran teknologi digital modern di sekolah dasar ini merupakan bagian dari penerapan media pembelajaran Bahasa Limola berbasis VR. Langkah inovatif ini sengaja dihadirkan ke ruang kelas untuk memicu minat generasi muda dalam mengenal, mempelajari, dan mencintai bahasa daerah mereka yang mulai tergerus zaman sebagai bagian dari identitas budaya lokal.

Bacaan Lainnya

Program ini lahir dari hilirisasi riset dalam skema Penelitian Fundamental Reguler (PFR) Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. M. Nur Hakim, M.Pd., bersama anggota Wahyu Hidayat, S.IP., M.H., dan Hilda Rahmawati, S.Si., M.Si., memilih membawa langsung hasil riset mereka agar bisa dipraktikkan langsung oleh guru dan peserta didik, bukan sekadar menjadi tumpukan laporan akademik.

Melalui pendekatan yang menyenangkan ini, para siswa kini bisa memahami kosakata serta ungkapan dalam Bahasa Limola secara lebih mudah lewat video animasi yang menarik. Penggunaan kacamata VR juga memberikan sensasi belajar visual yang membuat materi pelajaran terasa lebih hidup.

Sebagai bentuk komitmen nyata agar digitalisasi pelestarian bahasa ini terus berjalan, tim peneliti UNCP secara resmi menyerahkan seluruh media pembelajaran tersebut, termasuk video animasi dan perangkat pendukung VR, kepada pihak sekolah. Bantuan paket teknologi ini diterima langsung oleh Kepala SD Negeri 031 Sassa, Mukmin Suli, S.Pd., agar dapat digunakan oleh para guru dalam proses belajar mengajar sehari-hari.

Ketua tim peneliti UNCP, Dr. M. Nur Hakim, M.Pd., menegaskan bahwa kemanfaatan langsung bagi masyarakat dan dunia pendidikan merupakan tujuan utama dari inovasi yang mereka kembangkan.

“Keberhasilan sebuah penelitian tidak hanya diukur dari publikasi ilmiah, tetapi juga dari sejauh mana hasil penelitian mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Melalui implementasi media pembelajaran ini, kami ingin memastikan bahwa inovasi yang dikembangkan benar-benar dimanfaatkan oleh sekolah sebagai upaya menjaga keberlangsungan Bahasa Limola di tengah perkembangan teknologi digital.”

Pihak sekolah menyambut gembira terobosan ini. Kehadiran media pembelajaran berbasis teknologi ini dinilai menjadi angin segar yang dapat mendongkrak motivasi belajar anak-anak di sekolah dalam mempelajari bahasa ibu mereka dengan cara yang kekinian. (*)

Pos terkait