Inovasi UNCP di SMAN 11 Luwu: Dorong Intervensi Growth Mindset untuk Tingkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Fisika Siswa

ANTARAYA MEDIA, LUWU – Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) mempertegas komitmennya dalam menghadirkan strategi pembelajaran berbasis riset. Langkah ini diwujudkan melalui program Penelitian Dosen Pemula (PDP) Tahun 2026 bertajuk “Pengaruh Intervensi Growth Mindset dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Fisika: Analisis Respons Berdasarkan Gender Siswa SMA”.

Riset lapangan dilaksanakan di SMAN 11 Luwu dalam dua gelombang, yakni pada 24 Juli 2026 dan 31 Juli 2026. Penelitian ini difokuskan untuk mengukur efektivitas pola pikir bertumbuh (growth mindset) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dalam pelajaran fisika, sekaligus memetakan pola respons peserta didik ditinjau dari aspek gender.

Bacaan Lainnya

Ketua tim peneliti, Dr. Yulvinamaesari, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya penguatan karakter berpikir dalam mendukung efektivitas belajar siswa.

“Melalui penelitian ini kami ingin menunjukkan bahwa penguatan growth mindset tidak hanya berdampak pada motivasi belajar siswa, tetapi juga mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis yang menjadi salah mekar kompetensi utama dalam pembelajaran abad ke-21. Harapannya, hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi pengembangan pembelajaran fisika yang lebih inovatif, inklusif, dan berbasis hasil riset,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Dr. Yulvinamaesari memimpin tim yang beranggotakan Dr. Murniati, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Sn. Irfan Palippui, M.Hum. Tim melakukan intervensi pembelajaran, observasi langsung, pengumpulan data, hingga evaluasi komprehensif untuk merumuskan model pembelajaran fisika yang lebih adaptif, inklusif, dan relevan.

Program riset ini terlaksana berkat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) skema PDP 2026, serta fasilitasi penuh dari pihak kampus UNCP.

Hasil akhir dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan ilmiah konkret bagi para pendidik, instansi sekolah, maupun pemangku kebijakan dalam merancang kurikulum dan strategi pembelajaran fisika yang lebih berorientasi pada peningkatan kualitas daya pikir siswa. (*)

Pos terkait