ANTARAYA MEDIA, PALOPO – Inovasi media pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis teknologi canggih terus dimatangkan oleh tim peneliti Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP). Aplikasi bernama Smart-AR PAI yang mengintegrasikan teknologi Augmented Reality (AR) dan Deep Learning ini kini resmi memasuki tahap persiapan uji coba pengguna sebelum diimplementasikan secara luas di sekolah dan madrasah.
Inovasi yang lahir dari Program Hilirisasi Riset Prioritas–Pengujian Model dan Prototipe Tahun 2026 ini dirancang sebagai modul ajar hibrida. Produk ini memadukan buku cetak dengan aplikasi mobile Android untuk mendukung pembelajaran PAI, termasuk memperkuat nilai-nilai moderasi beragama.
Perjalanan pengembangan Smart-AR PAI diawali dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada 22 Juli 2026 yang melibatkan para guru, ustaz/ustazah, dosen, hingga mahasiswa. FGD dilaksanakan untuk memastikan pengembangan sistem benar-benar selaras dengan kebutuhan calon pengguna. Keterlibatan calon pengguna sejak awal dinilai sangat vital karena sasaran produk mencakup jenjang MI/MTs/MA dan SD/SMP/SMA di wilayah Palopo dan Luwu Raya.
Pengembangan intensif berlanjut di Laboratorium Komputer FTKOM UNCP pada 23–25 Juli 2026. Smart-AR PAI difungsikan sebagai “Asisten Belajar Cerdas” yang tidak hanya memvisualisasikan objek 3D dari pemindaian marker modul cetak, tetapi juga mampu memberikan simulasi, kuis interaktif, serta menganalisis respons peserta didik untuk merekomendasikan materi pengayaan maupun remedial secara adaptif.
Setelah melalui tahapan rendering pada 28 Juli 2026 menggunakan Unity 3D Engine dan Vuforia SDK, tim peneliti kemudian melakukan pengujian teknis (Black Box Testing) serta validasi ahli secara bertahap pada 3–5 Agustus 2026. Pengujian tersebut melibatkan praktisi dan akademisi dari Universitas Muhammadiyah Palopo, Universitas Mega Buana, UNCP, dan Kementerian Agama Kota Palopo yang mencakup aspek teknis, media, teknologi pembelajaran, materi PAI, hingga bahasa.
Dari hasil validasi para ahli, Smart-AR PAI dinyatakan layak untuk digunakan. Keunggulan utama dari produk ini bertumpu pada tiga aspek: adaptif (materi menyesuaikan kecepatan belajar), imersif (visualisasi konsep abstrak menjadi konkret), dan terukur (didukung fitur evaluasi). Integrasi Deep Learning di dalamnya menjadi motor penggerak pembelajaran adaptif melalui analisis pola jawaban siswa.
Riset ini sendiri merupakan puncak dari roadmap panjang tim peneliti UNCP yang dimulai sejak 2024 (pengembangan aset 3D & tracking AR) dan 2025 (formulasi model evaluasi moderasi beragama).
Usai dinyatakan layak oleh para ahli, tim peneliti akan menggulirkan uji coba pengguna secara bertahap. Pada minggu depan, uji coba internal akan dilakukan oleh mahasiswa Konsentrasi Multimedia FTKOM UNCP. Selanjutnya, pada minggu terakhir Agustus 2026, uji coba lapangan (field test) siap dilaksanakan di sejumlah sekolah dan madrasah.
Pada tahap uji coba lapangan tersebut, tim akan mengukur System Usability Scale (SUS) dan Single Ease Question (SEQ) guna mendorong Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) dari TKT 4 menuju TKT 6. Langkah ini menegaskan komitmen UNCP agar hasil riset akademis tidak berhenti di atas kertas, melainkan hadir sebagai solusi nyata di dunia pendidikan. (*)






