ANTARAYA MEDIA, LUWU — Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) melalui Pusat Studi Pemetaan dan Bencana (PUSPENA) berkontribusi aktif dalam Apel Siaga Bersama dan Pengesahan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Kabupaten Luwu yang digelar BPBD Kabupaten Luwu di Lapangan SDN 476 Makalua, Desa Kadundung, Kecamatan Latimojong, Minggu (20/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Luwu H. Patahudding meresmikan sepuluh desa sebagai DESTANA. Enam di antaranya—yaitu Bonelemo, Ulusalu, Tolajuk, Boneposi, Rante Balla, dan Kadundung—dibentuk serta diperkuat lewat Program Jaga Keselamatan Desa (DESTANA) hasil pendampingan PUSPENA UNCP bersinergi dengan PT Masmindo Dwi Area.
Perwakilan UNCP yang hadir meliputi Wakil Rektor Bidang Akademik, Irwan Ramli, S.Pd., M.Si., Ph.D., dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Syamsuddin, S.P., M.P. Penandatanganan berita acara pengesahan dilakukan oleh Irwan Ramli bersama Bupati Luwu sebagai penanda kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, swasta, dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Luwu menegaskan pentingnya pemahaman risiko dan kesiapsiagaan desa menghadapi bencana.
“Desa Tangguh Bencana yang telah dibentuk ini jangan menjadi lembaga formalitas belaka,” tegasnya.

Sinergi riset dan penerapan teknologi menjadi ciri khas pendampingan PUSPENA UNCP sejak Juni 2026. Tim multidisiplin yang melibatkan akademisi dari Fakultas Sains, Fakultas Teknik Komputer, dan Fakultas Pertanian melakukan pemetaan berbasis survei geolistrik, analisis laboratorium tanah (XRD dan XRF), pemetaan drone, hingga pembangunan platform WebGIS interaktif di situs puspena.com. Pendampingan ini berhasil membentuk kelembagaan DESTANA lengkap dengan 90 relawan desa, pembekalan simulasi evakuasi, fasilitas rambu kedaruratan, serta buku saku panduan warga.
Program ini menjadi wujud nyata pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi UNCP sekaligus implementasi Nota Kesepahaman bersama PT Masmindo Dwi Area yang telah ditandatangani pada 30 April 2026 lalu. (*)






