Inovasi Otomatisasi Nutrisi Mahasiswa UNCP Sukses Dongkrak Omzet Petani Hidroponik Palopo Tiga Kali Lipat

PALOPO — Efisiensi pengelolaan pertanian hidroponik di Kota Palopo mengalami lompatan signifikan. Lewat penerapan teknologi kontrol nutrisi otomatis berbasis mikrokontroler, Kelompok Tani Hortikultura Latuppa yang berlokasi di Kelurahan Murante, Kecamatan Mungkajang, berhasil meningkatkan produktivitas panen dan melejitkan omzet hingga tiga kali lipat.

Inovasi ini diinisiasi oleh tim mahasiswa Program Studi Informatika Fakultas Teknik Komputer Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) melalui Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI) tahun 2026. Dibawah bimbingan dosen pendamping Baso Ali, S.Pd., M.Pd., tim yang diketuai Aulia Azani Umair bersama Sintia dan Siti Nurfadila Jahrir menghadirkan solusi digital bagi pengelola greenhouse, Gede Satwika.

Bacaan Lainnya

Sebelum masuknya teknologi ini, pengelolaan nutrisi pada greenhouse mitra masih dilakukan secara manual dengan parameter yang kurang optimal. Tingkat kepekatan larutan nutrisi awal tercatat berada pada angka 150-250 ppm dan pH 4-5—jauh dari kisaran ideal untuk pertumbuhan sayuran daun—sehingga menuntut petani melakukan pemeriksaan fisik secara berulang.

Merespons kendala tersebut, tim UNCP merancang dan menginstalasi sistem kontrol otomatis berbasis mikrokontroler yang terintegrasi dengan antarmuka Telegram Bot. Fitur ini memungkinkan mitra memantau kondisi nutrisi dari jarak jauh serta memilih mode operasional antara otomatis dan manual.

Pendekatan yang dilakukan tidak hanya sebatas instalasi perangkat fisik. Mahasiswa turut mengawal seluruh tahapan operasional, mulai dari pemrograman, perakitan, pengujian lapangan, pelatihan perawatan, hingga penyusunan buku pedoman penggunaan agar teknologi dapat dikelola mitra secara mandiri dan berkelanjutan.

Dampak dari transformasi digital ini terlihat nyata pada angka keberhasilan panen. Dari kapasitas 1.200 bibit, jumlah tanaman yang bertahan hingga masa panen melonjak tajam dari sebelumnya hanya 500-600 pohon menjadi 1.168 pohon (97,3 persen).

Kualitas fisik tanaman pun mengalami peningkatan; bobot rata-rata naik 57,1 persen dari 175 gram menjadi 275 gram per tanaman. Peningkatan mutu ini membuat harga jual produk melesat dari Rp3.500 menjadi Rp5.000 per tanaman. Secara finansial, omzet usaha tani milik Gede Satwika naik drastis dari kisaran Rp1,75 juta–Rp2,10 juta menjadi Rp5,84 juta per satu siklus panen.

Pengelola greenhouse, Gede Satwika, mengapresiasi tinggi atas realisasi program tersebut karena secara langsung meningkatkan efisiensi dan nilai jual hasil budidayanya.

“Saya sangat berterima kasih atas adanya program ini. Teknologi yang diterapkan sangat membantu kami dalam mengontrol nutrisi tanaman sehingga produktivitas meningkat, kualitas hasil panen menjadi lebih baik, dan nilai jual juga bertambah. Greenhouse ini selalu terbuka apabila ke depan dilakukan pengembangan teknologi lanjutan di lokasi kami,” ujar Gede Satwika.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana, Aulia Azani Umair, mengungkapkan bahwa program ini menjadi wadah pembuktian bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu informatika dan sistem mikrokontroler untuk menyelesaikan persoalan riil di masyarakat.

“Saya mewakili mahasiswa tim pelaksana mengucapkan banyak terima kasih kepada Simbelmawa-Kemdiktisaintek atas dukungan pendanaan yang telah diberikan melalui program PKM-PI mahasiswa sehingga kegiatan ini terlaksana dengan baik. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Universitas Cokroaminoto Palopo yang telah memfasilitasi dan mendukung kami dalam melaksanakan kegiatan ini,” kata Aulia.

Selama program berlangsung, dosen pendamping Baso Ali, S.Pd., M.Pd., terus memberikan arahan teknis mulai dari tahap perancangan hingga evaluasi berkala guna memastikan alat bekerja sesuai kebutuhan spesifik di lapangan.

Dengan tuntasnya seluruh rangkaian program, tim pelaksana telah menyiagakan buku pedoman serta materi edukasi publik di media sosial. Harapannya, model penerapan kontrol nutrisi otomatis ini dapat direplikasi pada kelompok tani hortikultura lainnya di wilayah Kota Palopo. (*)

Pos terkait