Ketika Budaya Menjadi Kekuatan: Siri’ na Pacce dan Beban Perawatan Keluarga Pasien Skizofrenia

Penelitian PKM-RSH mahasiswa Universitas Negeri Makassar menemukan hubungan negatif antara Siri’ na Pacce dan caregiver burden pada keluarga pasien skizofrenia di Kota Makassar.

ANTARAYA MEDIA – Peran mendampingi dan merawat anggota keluarga yang mengidap skizofrenia acap kali menempatkan pihak keluarga (caregiver) pada tekanan emosional, sosial, hingga ekonomi yang tinggi. Namun, studi terbaru menemukan bahwa kearifan lokal masyarakat Bugis-Makassar, yaitu falsafah Siri’ na Pacce, mampu menjadi benteng penahan beban mental tersebut.

Temuan penting ini diungkap oleh tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Negeri Makassar melalui riset bertajuk “Siri’ na Pacce sebagai Faktor Protektif terhadap Caregiver Burden pada Keluarga Pasien Skizofrenia di Kota Makassar.” Penelitian tersebut melibatkan sebanyak 54 caregiver keluarga pasien skizofrenia di Kota Makassar.

Berdasarkan analisis data empiris, hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara Siri’ na Pacce dan caregiver burden (r = -0,330; p = 0,015). Temuan tersebut menunjukkan bahwa semakin kuat nilai Siri’ na Pacce yang dimiliki caregiver, kecenderungan caregiver burden yang dirasakan semakin rendah.

Dalam proses pengumpulan data kualitatif melalui wawancara, para peneliti menemukan bahwa nilai-nilai kebudayaan lokal tersebut bukan sekadar wacana teoritis, melainkan terinternalisasi nyata dalam keseharian para caregiver.

Rasa harga diri (siri’) dan empati mendalam (pacce) mewujud dalam dorongan untuk tetap setia mendampingi anggota keluarga, memperkuat rasa tanggung jawab, serta memperbesar kepedulian terhadap kondisi pasien yang dirawat.

Studi dari tim PKM-RSH UNM ini mengindikasikan pentingnya mengintegrasikan konteks budaya lokal dalam intervensi kesehatan mental. Falsafah Siri’ na Pacce dinilai berpotensi kuat menjadi salah satu sumber daya psikososial utama untuk mendukung resiliensi keluarga pasien skizofrenia di tengah beratnya tantangan pengasuhan.

Pos terkait