Lewat Diversifikasi Produk, UNCP Buka Peluang Usaha Baru bagi Petani Rumput Laut Desa Pongko

ANTARAYA MEDIA, LUWU UTARA – Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan masyarakat melalui inovasi berbasis potensi lokal. Kali ini, UNCP mendampingi Kelompok Tani Katonik 1 di Desa Pongko, Kecamatan Bone-Bone, Kabupaten Luwu Utara, agar mampu meningkatkan nilai jual rumput laut melalui diversifikasi produk dan penerapan teknologi tepat guna.

Program bertajuk “Pemberdayaan Petani Rumput Laut: Optimalisasi Nilai Tambah Hasil Panen Menuju Kemandirian Ekonomi Lokal” tersebut tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata agar petani tidak lagi bergantung pada penjualan rumput laut mentah.

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan yang berlangsung Minggu (19/7/2026), para petani dibekali berbagai keterampilan, mulai dari pengendalian hama dan penyakit rumput laut, pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah seperti jeli dan keripik rumput laut, hingga strategi pemasaran produk olahan maupun rumput laut kering.

Selain peningkatan kapasitas, tim dosen UNCP juga memperkenalkan sejumlah teknologi tepat guna yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi produksi. Teknologi tersebut meliputi Dome Dryer sebagai alat pengering rumput laut skala rumahan, Jet Water untuk membersihkan tali bentangan rumput laut dengan lebih cepat, serta alat Total Dissolved Solids (TDS) guna mengukur kualitas air sebagai penunjang budidaya yang lebih produktif.

Ketua Tim Pelaksana, Syamsuddin, S.P., M.P., mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen UNCP dalam mendorong lahirnya desa-desa mandiri berbasis potensi lokal.

“Rumput laut memiliki potensi ekonomi yang sangat besar apabila dikelola secara tepat. Karena itu, kami tidak hanya menghadirkan pelatihan, tetapi juga teknologi, inovasi, dan strategi pemasaran agar masyarakat mampu menciptakan produk bernilai tambah, meningkatkan daya saing, dan memperkuat kemandirian ekonomi desa,” ujarnya.

Menurutnya, pengolahan hasil panen menjadi produk siap jual akan membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.

Program pemberdayaan tersebut dilaksanakan oleh tim dosen UNCP yang terdiri atas Syamsuddin, S.P., M.P. sebagai ketua, bersama Nirsal, S.Kom., M.Pd., dan Abdul Rahim, S.Pd., M.Pd. Kolaborasi lintas disiplin ini diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang aplikatif sesuai kebutuhan petani rumput laut.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, UNCP juga menyerahkan bantuan Teknologi Tepat Guna (TTG) kepada Kelompok Tani Katonik 1 berupa Dome Dryer, Jet Water, dan alat TDS untuk mendukung proses budidaya hingga pascapanen.

Tim pelaksana turut menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia atas dukungan pendanaan sehingga program tersebut dapat terlaksana.

Melalui program ini, UNCP menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga menghadirkan inovasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat melalui penguatan ekonomi lokal berbasis potensi daerah. (*)

Pos terkait