Modernisasi Budidaya Rumput Laut di Luwu, UNCP Kembangkan Teknologi AIoT SiPakar RUla untuk Pangkas Biaya dan Waktu Petani

ANTARAYA MEDIA, LUWU – Efisiensi usaha dan kemudahan operasional kini dirasakan langsung oleh para pembudidaya rumput laut di Kelompok Tani Mujur Bersama, Desa Bassiang Timur, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu. Kehadiran inovasi teknologi berbasis Artificial Intelligence of Things (AIoT) bernama SiPakar RUla yang digagas oleh para dosen Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) berhasil mengubah pola kerja tradisional petani menjadi jauh lebih praktis dan modern.

Sebelum inovasi ini diterapkan, para petani terbiasa mengalokasikan waktu, tenaga, serta biaya operasional perahu setiap hari hanya untuk menyeberang ke laut demi memeriksa suhu, salinitas, dan posisi tali bentangan rumput laut. Kini, berkat pemasangan perangkat sensor bertenaga surya yang terintegrasi dengan metode Hybrid Rule-Based Fuzzy Inference System (RB–FIS), pemantauan kondisi air laut dapat dilakukan dari rumah secara real-time via aplikasi Android yang diperbarui setiap 15 menit.

Bacaan Lainnya

Keunggulan utama SiPakar RUla tidak hanya berhenti pada pembacaan parameter fisik air, melainkan kemampuannya memberikan rekomendasi tindakan langsung secara otomatis ke ponsel pintar petani—apakah jumlah pelampung harus dipertahankan, dikurangi, atau ditambah.

Manfaat teknis serta penghematan operasional ini dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir di lokasi penerapannya.

“Alat ini sangat membantu kami sebagai petani rumput laut. Sebelumnya, kami harus datang langsung ke laut untuk melakukan pengecekan. Sekarang, suhu dan salinitas air dapat dilihat melalui telepon seluler setiap 15 menit. Aplikasi juga langsung memberikan petunjuk apakah pelampung perlu dipertahankan, dikurangi, atau ditambah,” ungkap perwakilan mitra.

Ketua tim peneliti UNCP, Baso Ali, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa perancangan alat ini sengaja memadukan pendekatan praktis agar data teknis rumput laut yang rumit dapat langsung diterjemahkan menjadi petunjuk aksi yang mudah dipahami. Tim lintas disiplin ini juga melibatkan dosen Syafriadi, S.Kom., M.Kom., Dr. Syamsu Alam, M.Pd., Erwin Sukma, S.Kom., M.Kom., serta sejumlah mahasiswa Informatika UNCP.

Pengembangan teknologi pendukung keputusan ini terlaksana berkat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI serta fasilitasi penuh dari Universitas Cokroaminoto Palopo. Ke depan, SiPakar RUla diproyeksikan untuk direplikasi ke berbagai sentra budidaya rumput laut lainnya demi memajukan sektor perikanan tangkap dan budidaya nasional yang adaptif serta efisien.

Pos terkait