ANTARAYA MEDIA, PALOPO – Sebanyak 105 mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo resmi mengikuti pembekalan Praktik Kerja Lapang (PKL) Tahun Akademik 2025/2026 sebagai bagian dari upaya kampus menyiapkan generasi muda pertanian yang adaptif terhadap tantangan sektor agraria modern.
Kegiatan pembekalan yang berlangsung di Aula H Kampus 2 UNCP, Selasa (12/5/2026), menjadi titik awal mahasiswa sebelum terjun langsung ke sejumlah instansi pemerintahan, lembaga layanan publik, hingga perusahaan swasta di wilayah Luwu Raya dan Kota Palopo.
Peserta PKL terdiri dari 60 mahasiswa Program Studi Agribisnis dan 45 mahasiswa Program Studi Agroteknologi. Selama 45 hari, mulai Mei hingga Juli 2026, mereka akan menjalani pengalaman lapangan di berbagai lokasi, seperti Dinas Pertanian Kota Palopo, BMKG Luwu Utara, BULOG, ATR/BPN, hingga sektor perbankan dan perusahaan pertanian.
Dekan Fakultas Pertanian UNCP, Dr. Masluki, menegaskan bahwa PKL menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori perkuliahan dengan kondisi nyata di lapangan.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami konsep akademik, tetapi juga mampu membangun komunikasi, etos kerja, serta kepekaan terhadap persoalan masyarakat dan dunia pertanian saat ini.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNCP, Syamsuddin, menyebut dunia pertanian kini menghadapi tantangan besar, mulai dari perubahan iklim, ketahanan pangan, hingga percepatan teknologi pertanian modern.
Karena itu, mahasiswa pertanian dinilai harus memiliki kemampuan beradaptasi, inovasi, serta kesiapan menghadapi perubahan sektor pertanian yang terus berkembang.
Dalam pelaksanaan PKL nanti, mahasiswa akan mendapat pendampingan dari tujuh dosen pembimbing yang tersebar di berbagai lokasi penempatan. Program ini diharapkan mampu memperkuat pengalaman lapangan mahasiswa sekaligus meningkatkan kesiapan mereka memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan studi.
Melalui kegiatan tersebut, Fakultas Pertanian UNCP menegaskan komitmennya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap terjun dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan sektor pertanian dan masyarakat. (hms)






