ANTARAYA MEDIA, LUWU UTARA – Wujud nyata pengabdian perguruan tinggi dalam mendukung hilirisasi dan modernisasi sektor perikanan ditunjukkan oleh jajaran akademisi Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP). Tim dosen UNCP resmi meluncurkan program pemberdayaan berbasis riset dan teknologi untuk memperkuat rantai pasok rumput laut di kawasan pesisir Dusun Sepakat, Desa Pongko, Kecamatan Bone-Bone, Kabupaten Luwu Utara, Senin (20/7/2026).
Langkah inovatif yang diusung oleh universitas ini bertujuan mendobrak tata kelola tradisional menuju industri rumput laut yang bernilai tambah tinggi. Lewat program bertajuk “Penerapan Teknologi dalam Meningkatkan Produktivitas dan Pemasaran Rumput Laut bagi Masyarakat Pesisir Desa Pongko”, tim akademisi menyalurkan sekumpulan Teknologi Tepat Guna (TTG) sekaligus memberikan pendampingan teknis kepada Kelompok Tani Rumput Laut Katonik III.
Teknologi yang diserahterimakan meliputi Dome Dryer untuk mengoptimalkan pengeringan skala rumahan, Jet Water guna mempercepat pembersihan tali bentangan, serta alat pengukuran parameter air Total Dissolved Solids (TDS). Selain memberikan fasilitas pengolahan fisik, tim UNCP juga mentransfer keilmuan terkait manajemen hama, strategi promosi komoditas kering, hingga teknik diversifikasi pascapanen menjadi olahan jeli dan keripik rumput laut.
Ketua tim pelaksana pengabdian UNCP, Vikhy Bin Djusmin, S.Kom., M.Kom., menegaskan pentingnya peranan akademisi dalam menjembatani kebutuhan teknologi di tingkat masyarakat bawah.
“Melalui program ini, kami ingin menghadirkan solusi yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan dukungan teknologi, peningkatan keterampilan, dan penguatan pemasaran, kami berharap petani mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik dari komoditas rumput laut,” ujarnya.
Dalam menjalankan misi pergerakan ekonomi pesisir ini, Vikhy didampingi oleh Dr. Taufiq, S.Pd., M.Pd. dan Syafriadi, S.Kom., M.Kom. Pelaksanaan program ini didukung penuh melalui alokasi pendanaan dari DPPM Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Intervensi teknologi yang dihadirkan para akademisi ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi kawasan pesisir Luwu Utara serta menjadi modal penting dalam memperluas jangkauan pasar olahan rumput laut lokal.






