Rehabilitasi Intake Air Baku Labongko Dimulai, Solusi Atasi Gangguan Pasokan Air ke IPA Burau

ANTARAYA MEDIA, LUWU TIMUR – Komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam mengawal ketersediaan kebutuhan primer masyarakat berbuah manis. Melalui sinergi erat bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, proyek rehabilitasi Intake Labongko senilai kurang lebih Rp24 miliar resmi mulai dikerjakan sejak Mei 2026.

Terealisasinya proyek penting ini menjadi jawaban atas penantian dan koordinasi panjang untuk memperbaiki infrastruktur penyedia air baku milik BBWS tersebut. Bangunan intake utama diketahui mengalami kerusakan struktur dan pintu pengambilan air akibat terjangan banjir sejak 2018, hingga akhirnya hanyut diterjang banjir besar pada 2023.

Bacaan Lainnya

Selama periode kerusakan tersebut, pelayanan air bersih untuk masyarakat—khususnya di Kecamatan Burau—tetap dapat terjaga berkat langkah tanggap Perumdam Waemami yang membangun intake darurat berjarak 200 meter dari lokasi lama. Pembangunan darurat tersebut didukung peminjaman material pipa 12 inci dan bronjong dari BBWS Pompengan Jeneberang untuk mempertahankan aliran air secara gravitasi selama kurang lebih 3 tahun.

Meski demikian, penanganan permanen tetap menjadi fokus utama. Pengawalan intensif dari Bupati Luwu Timur dan jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama Perumdam Waemami ke pemerintah pusat akhirnya berhasil meloloskan alokasi anggaran rehabilitasi permanen tahun ini.

Direktur Perumdan Waemami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Balai SDA serta Pemerintah Kabupaten Luwu Timur atas mulainya proses konstruksi di lapangan.

“Kejadian hilangnya intake Labongko sejak Februari 2023 menjadi tantangan tersendiri bagi operasional kami dalam menjaga kontinuitas pasokan air. Dengan dimulainya rehabilitasi oleh Balai SDA ini, kami sangat optimistis krisis pasokan air baku dapat segera teratasi,” ungkap Direktur Perumdan Waemami.

Rehabilitasi intake ini diproyeksikan menjadi pilar utama dalam menjamin keberlanjutan penyediaan air bersih di Kabupaten Luwu Timur sekaligus meningkatkan keandalan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) guna mengimbangi pertumbuhan kebutuhan pelanggan ke depan. (*)

Pos terkait