ANTARAYA MEDIA – Koordinator DEMA PTKIN Wilayah Sulawesi, M. Dirga Saputra, angkat bicara terkait beredarnya isu dugaan penggunaan telepon seluler di lingkungan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Masamba.
Dirga menilai isu tersebut tidak seharusnya digiring menjadi opini liar tanpa disertai bukti yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, tuduhan terhadap lembaga negara harus dibangun berdasarkan fakta, bukan asumsi maupun spekulasi yang belum terverifikasi.
“Setiap informasi yang berkembang di ruang publik harus disikapi secara objektif. Jangan sampai opini dibangun tanpa dasar yang jelas karena itu hanya akan menimbulkan kegaduhan dan merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara,” ujarnya.
Sebagai bentuk klarifikasi atas isu yang beredar, Dirga mengaku telah melakukan komunikasi langsung melalui sambungan telepon dengan Kepala Rutan Masamba, Syamsul Bahri. Dari hasil komunikasi tersebut, Syamsul Bahri menegaskan bahwa tuduhan yang beredar tidak benar dan tidak pernah terjadi sebagaimana yang diperbincangkan.
“Saya sudah menghubungi langsung Bapak Syamsul Bahri untuk memastikan informasi tersebut. Beliau menegaskan bahwa tuduhan itu tidak benar dan tidak pernah terjadi,” kata Dirga.
Dirga menegaskan bahwa kritik terhadap lembaga negara merupakan hal yang penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kritik harus lahir dari semangat perbaikan institusi, bukan didorong kepentingan pribadi maupun sentimen tertentu yang justru melemahkan kepercayaan publik.
“Kritik tentu dibutuhkan sebagai bentuk kontrol sosial. Tetapi kritik juga harus objektif, berdasarkan fakta, dan memiliki tujuan memperbaiki institusi, bukan sekadar membangun opini negatif tanpa dasar,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama di era digital saat ini ketika sebuah isu dapat dengan cepat membentuk persepsi publik meskipun belum tentu benar.
Menurutnya, kontrol sosial harus dilakukan secara proporsional dan bertanggung jawab agar ruang publik tetap sehat dan produktif.
“Publik berhak mendapatkan informasi yang benar. Karena itu, mari menjaga ruang kritik tetap sehat dengan mengedepankan fakta, klarifikasi, dan niat tulus untuk memperbaiki institusi,” lanjutnya.
Di akhir keterangannya, Dirga turut menyampaikan apresiasi kepada Kepala Rutan Masamba beserta seluruh jajaran yang dinilai tetap profesional dan terbuka dalam memberikan klarifikasi kepada masyarakat.
“Saya mengapresiasi Bapak Syamsul Bahri beserta seluruh jajaran Rutan Masamba yang tetap profesional dalam menjalankan tugas dan terbuka memberikan klarifikasi kepada publik. Sikap seperti ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga,” tutupnya. (**)






