ANTARAYA MEDIA, LUWU UTARA — Momen bersejarah penanda berhentinya pertikaian antar-desa tercipta di perbatasan Desa Munte dan Desa Karondang, Kecamatan Tanalili, Kabupaten Luwu Utara, Kamis (24/9/2026). Dalam acara silaturahmi dan makan bersama usai penandatanganan nota kesepahaman pascakonflik, warga secara sukarela menyerahkan 58 pucuk senjata kepada aparat kepolisian.
Penyerahan puluhan senjata tersebut dilakukan oleh Kepala Desa Munte, Akbar, dan Kepala Desa Karondang, Jumhari, A.Md., dengan disaksikan langsung oleh Kapolsek Bone-Bone AKP Muhajir, S.Pd., M.M. Rincian senjata yang diserahkan meliputi 57 pucuk senjata rakitan jenis paporo dan 3 pucuk senapan angin.
Inisiatif perdamaian yang digagas oleh anggota DPRD Luwu Utara Dapil 3, Heriansyah Efendi (PAN) dan Suaeb Saing Latief (PKB), turut dihadiri jajaran Forkopimcam, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga pemuda dari kedua desa.

Kapolsek Bone-Bone AKP Muhajir menyampaikan bahwa penyerahan senjata ini menjadi ikrar nyata dari masyarakat untuk mengakhiri perselisihan.
“Dengan adanya kegiatan ini, harapan kami dari pihak keamanan betul-betul dilaksanakan dan bersama-sama menjaga kamtibmas. Ini bukan sekadar seremonial, tetapi bukti keseriusan kedua belah pihak untuk menghentikan pertikaian antar-desa,” tegasnya.
AKP Muhajir juga menyampaikan pesan khusus dari pimpinan Polres Luwu Utara atas kesadaran hukum masyarakat di kedua desa tersebut.
“Atas nama pimpinan, Bapak Wakapolres menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi dan kesadaran warga Munte dan Karondang. Penyerahan senjata secara sukarela ini adalah bukti bahwa perdamaian yang kita bangun adalah perdamaian sejati dari hati masyarakat,” ujar AKP Muhajir menyampaikan pesan Wakapolres.
Apresiasi senada turut diutarakan oleh Danramil Bone-Bone, Letda Juslin, yang berharap agar kerukunan warga dapat terus terjaga secara konsisten.
“Saya mengapresiasi Bapak Dewan kita yang menyelenggarakan kegiatan hari ini. Kita melihat begitu antusiasnya warga kedua desa. Kegiatan ini jangan hanya seremonial hari ini saja, tetapi diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk selamanya,” imbaunya. (*)






