Dosen UNCP Hadirkan Inovasi SIKAVALTA untuk Petani, Bisa Hitung Kerugian dalam Menit

LUWU TIMUR – Saat banjir, serangan hama, atau cuaca ekstrem merusak lahan pertanian, petani tak hanya kehilangan hasil panen, tetapi juga harus menunggu proses panjang untuk menghitung besaran kerugian. Kini, persoalan tersebut mulai mendapat solusi.

Tim Penelitian Dosen Pemula Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) menghadirkan SIKAVALTA (Sistem Kalkulator Valuasi Lahan Tani), sebuah aplikasi berbasis WebGIS yang mampu menghitung nilai kerugian ekonomi lahan pertanian hanya dalam hitungan menit.

Bacaan Lainnya

Inovasi tersebut diperkenalkan sekaligus diuji bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, pada Juni 2026.

Selama ini, proses menghitung kerugian akibat Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) maupun bencana hidrometeorologi masih dilakukan secara manual. Selain memakan waktu, cara tersebut juga berisiko menimbulkan kesalahan perhitungan dan memperlambat proses pencairan bantuan maupun klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Melalui SIKAVALTA, penyuluh hanya perlu menggambar batas lahan pada peta digital. Sistem kemudian secara otomatis menghitung luas lahan, menentukan koordinat, hingga mengonversi data tersebut menjadi estimasi nilai kerugian berdasarkan jenis komoditas dan fase pertumbuhan tanaman.

Hasil perhitungan dapat langsung ditampilkan dalam bentuk laporan dan diekspor ke format PDF maupun Excel untuk kebutuhan administrasi.Tak sekadar memperkenalkan aplikasi, tim peneliti juga mendampingi para penyuluh mencoba langsung seluruh fitur yang tersedia, mulai dari proses digitasi lahan hingga penyusunan laporan.

Pendampingan tersebut bertujuan memastikan para penyuluh mampu mengoperasikan sistem secara mandiri saat bertugas di lapangan.

Sebagai bagian dari proses penyempurnaan, tim peneliti juga meminta masukan dari para penyuluh mengenai kemudahan penggunaan aplikasi, kelengkapan data komoditas, hingga format laporan. Akurasi perhitungan turut diuji langsung di lapangan bersama penyuluh agar hasil digitasi benar-benar sesuai dengan kondisi lahan sebenarnya.

SIKAVALTA merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin ilmu di Universitas Cokroaminoto Palopo yang menggabungkan keahlian di bidang informatika, matematika, hingga analisis kebijakan. Penelitian ini diketuai Rusmala, S.Kom., M.Kom., dengan anggota Fahrul Basir, S.Pd., M.Pd., Abdul Syukur, S.Pd., M.Pd., Ichwan Muis, S.ST., MPS.Sp., serta didukung dua mahasiswa Program Studi Informatika, Arsita Eka Oktaviani dan Salasabila.

Penelitian ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Penelitian Dosen Pemula (PDP) Tahun Anggaran 2026. Melalui inovasi tersebut, tim berharap proses penilaian kerugian lahan pertanian menjadi lebih cepat, akurat, dan transparan, sehingga petani dapat memperoleh akses bantuan maupun klaim asuransi tanpa harus menunggu proses administrasi yang panjang.

Pada akhirnya, teknologi ini diharapkan menjadi salah satu instrumen yang memperkuat perlindungan bagi petani sekaligus mendukung ketahanan pangan di daerah. (*)

Pos terkait