Enam Jaringan Irigasi di 4 Kecamatan Palopo Selesai Direhabilitasi, Siap Dongkrak Produksi Pangan

ANTARAYA MEDIA, PALOPO – Upaya memperkuat sektor pertanian di Kota Palopo terus menunjukkan hasil. Pemerintah Kota Palopo resmi menerima hasil pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi yang dilaksanakan melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025.

Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

Bacaan Lainnya

Penyerahan hasil pekerjaan dilakukan oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Dr. Suryadarma Hasyim, kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Kota Palopo, Harianto, ST, di Kantor BBWS Pompengan Jeneberang, Jumat (26/6/2026).

Program Inpres Nomor 2 Tahun 2025 merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan, rehabilitasi, operasi, dan pemeliharaan jaringan irigasi guna memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui program ini, pemerintah mendorong sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pengelolaan infrastruktur sumber daya air secara berkelanjutan.

Wali Kota Palopo menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum serta Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, atas dukungan terhadap pembangunan infrastruktur di daerah.

“Komitmen pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan infrastruktur daerah patut kita apresiasi. Rehabilitasi jaringan irigasi ini menjadi bagian penting dalam mendukung swasembada pangan di Kota Palopo,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rehabilitasi jaringan irigasi merupakan kewenangan pemerintah daerah yang bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian melalui optimalisasi pemanfaatan lahan irigasi di enam daerah irigasi yang ada di Kota Palopo.

Sementara itu, Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Dr. Suryadarma Hasyim, menegaskan keberhasilan program tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

Menurutnya, indikator keberhasilan meliputi meningkatnya fungsi dan kinerja jaringan irigasi, optimalnya pelayanan air ke lahan pertanian, meningkatnya produktivitas dan kesejahteraan petani, terserapnya tenaga kerja lokal, serta meningkatnya kapasitas kelembagaan petani.

Sementara Kepala Dinas PUPR Perkim Kota Palopo, Harianto, mengatakan pekerjaan telah dilaksanakan di enam daerah irigasi, yakni DI Mawa, DI Padang Lambe, DI Sumarambu, DI Murante, DI Tomarundung I, dan DI Tomarundung III yang tersebar di empat kecamatan.

Seluruh pekerjaan telah memasuki tahap Provisional Hand Over (PHO) sehingga jaringan irigasi yang selesai dibangun kini sudah dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya petani, untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian.

“Kami berharap seluruh fasilitas irigasi yang telah dibangun dapat dijaga dan dipelihara bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” kata Harianto.

Dengan berfungsinya jaringan irigasi tersebut, distribusi air ke lahan pertanian diharapkan semakin lancar sehingga mampu meningkatkan hasil panen, memperkuat kesejahteraan petani, serta menjaga ketahanan pangan di Kota Palopo secara berkelanjutan. (hms)

Pos terkait