ANTARAYA MEDIA, PALOPO — Universitas Mega Buana (UMB) Palopo mengawali rangkaian wisuda tahun ini dengan mengukuhkan sebanyak 692 lulusan. Prosesi wisuda periode pertama angkatan XVII ini berlangsung dengan khidmat di Saodenrae Convention Center pada Senin, 22 Juni 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda wisuda tahunan dengan total target kelulusan mencapai 3.155 wisudawan.
Rektor Universitas Mega Buana Palopo, Prof. Dr. Hj. Nilawati Uly, S.Si, Apt., M.Kes., CIPA, dalam sambutan akademiknya menyampaikan bahwa pelaksanaan wisuda periode pertama ini terasa spesial karena bertepatan dengan Hari Jadi (Dies Natalis) UMB Palopo yang ke-17 tahun.
Prof. Nila mengungkapkan rasa syukurnya atas perkembangan pesat dan kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada UMB Palopo sejak awal berdiri hingga saat ini.
Awal Pendirian: Mengelola 3 program studi dengan 70 mahasiswa.
Di hadapan para wisudawan dan tamu undangan, Rektor memaparkan bahwa 692 lulusan yang diwisuda kali ini memiliki latar belakang asal daerah yang sangat beragam, mencakup 13 provinsi di Indonesia. Provinsi tersebut meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat.
“Saat ini UMB Palopo semakin dipercaya karena mahasiswa yang meminati kampus ini berasal dari 137 kabupaten/kota di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa di usianya saat ini, UMB Palopo semakin diterima oleh masyarakat luas,” ujar Prof. Nila.
Berdasarkan data pelacakan alumni (tracer study), tingkat penyerapan alumni UMB Palopo di dunia kerja saat ini telah mencapai 82 persen, baik di sektor domestik maupun internasional.
Menatap masa depan, pihak universitas berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, salah satunya melalui peningkatan kualifikasi tenaga pendidik. UMB Palopo menargetkan penambahan jumlah guru besar dari yang saat ini berjumlah 5 orang menjadi 10 orang pada tahun 2027 guna memperkuat atmosfer akademik.
“Insya Allah, UMB Palopo akan semakin tumbuh menjadi perguruan tinggi yang inovatif dan memberikan dampak positif bagi bangsa, sejalan dengan tema tahun ini: Sinergi UMB Palopo: Bertumbuh, Berinovasi dan Berdampak untuk Negeri,” tambahnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Kota Palopo, Zulkifli Halid; Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Dr. Drs. Andi Lukman, M.Si; Kepala Dinas Kesehatan Palopo, Dr. Irsan Anugrah, S.KM., M.M; unsur Forkopimda, serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi.
Sekkot Palopo, Zulkifli Halid, memberikan apresiasi atas sinergi yang dibangun UMB Palopo dengan pemerintah daerah dalam mendukung Kota Palopo sebagai kota tujuan pendidikan.
“Kami memantau kiprah UMB Palopo yang banyak berkontribusi bagi masyarakat, baik dalam hal kepedulian sosial maupun akademik. UMB Palopo turut berkontribusi mendukung Kota Palopo sebagai kota tujuan pendidikan dengan daya tarik mahasiswa dari 137 kabupaten/kota,” kata Zulkifli.
Apresiasi serupa disampaikan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Dr. Drs. Andi Lukman, M.Si, yang memuji akselerasi cepat dari UMB Palopo. Menurutnya, meski secara usia institusi tergolong muda (17 tahun), capaian tata kelola dan prestasi pencapaian UMB Palopo sudah setara dengan institusi yang berusia jauh lebih matang. Hal ini menempatkan UMB Palopo sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di wilayah LLDIKTI Sulawesi. (hms)






